[Review Drama Korea] May It Please The Court : drama hukum berbalut misteri

May It Please The Court

(Sumber : asianwiki.com)

Profile Drama

Drama             : May It Please The Court (English title) / Start Defense (literal title)

Hangul            : 변론을 시작하겠습니다

Director          : Kang Min-Ku

Writer             : Jung Hye-Jin (novel), Kim Dan

Network         : Disney+

Episodes         : 12

Release Date  : September 21, 2022

Sinopsis:

Drama ini menceritakan tentang seorang pengacara wanita bernama No Chak-Hee (Jung Ryeo-Won) yang memiliki ambisi untuk mencapai posisi strategis di firma hukum tempatnya bekerja dengan segala macam cara. Namun, di saat keinginannya akan terwujud sebuah masalah terjadi pada kasus yang dia tangani hingga membuatnya diskors selama satu tahun dan dilempar ke sebuah daerah untuk bekerja menjadi pengacara publik. Di sana, dia dipertemukan dengan Jwa Si-Baek (Lee Kyu-Hyung).

Jwa Si-Baek lulus sebagai mahasiswa terbaik di angkatannya dan memiliki kesempatan menjadi jaksa bahkan hakim. Meskipun begitu, dia memilih untuk menjadi pengacara publik. Dari luar Jwa Si-Baek tampak sangat baik dan humble meski begitu, dia memiliki sisi misterius yang tidak diketahui oleh siapa pun. Saat keduanya ditempatkan di tempat yang sama, sebuah kasus pembunuhan berantai terjadi dan membuat keduanya terlibat.

Jalan cerita:

May It Please The Court, drama hukum dengan rentetan misteri pembunuhan berantai yang mengiringinya.

Drama berdurasi kisaran satu jam dengan total 12 episode ini memiliki jalan cerita yang cukup kompleks dengan sisi humanisme yang tinggi. Episode awal kita disuguhkan oleh jiwa kapitalisme No Chak-Hee (Jung Ryeo-Won) yang punya ambisi tinggi buat mencapai posisi strategis di firma hukum tempatnya bekerja. Dia bekerja hanya demi memuaskan atasan agar bisa naik ke puncak tanpa memikirkan kasus yang berusaha dia menangkan ternyata menyengsarakan orang lain.


No Chak-Hee punya penampilan khas orang-orang berduit. Baju elegan dengan rambut panjang berponi dan beberapa barang branded yang dibawanya, termasuk mobil dan apartemen mewah yang diberikan oleh Jungsan –firma hukum tempatnya bekerja. Ibarat kata, hidupnya benar-benar di atas angin.

Karena ini drama tentang hukum, tentu saja nggak akan terpisahkan dari yang namanya persidangan. Kasus awal dimulai ketika seorang wanita diketahui menikam suaminya sendiri di sebuah rumah makan miliknya dan ternyata, si wanita ini merupakan kenalan Chak-Hee. Dia menelpon dan berusaha meminta bantuan hukum pada Chak-Hee. Dari sini, kita bakal tahu sifat Chak-Hee yang akan membuat kita sedikit berdecak.

Di sisi lain ada Jwa Si-Baek (Lee Kyu-Hyung) –seorang pengacara publik— adegan pengenalan awal tokoh ini cukup menarik. Ada adegan di mana dia tiba-tiba menanyakan soal pil KB di apotik, membelinya dan lansung diminum saat itu juga. Nggak habis fikir memang. Namun, siapa sangka rupanya apa yang dia lakukan ini berkaitan sama kasus yang sedang ditangani; seorang wanita yang tiba-tiba dipecat setelah melaporkan temuannya terkait efek samping pil KB itu.

Kasus ini juga yang rupanya menjadi awal mula pertemuan antara No Chak-hee dengan Jwa Si-baek di pengadilan yang tentu saja nggak akur karena mereka ada di sisi yang berseberangan. Episode pertama cukup menarik bagi Minme. Setidaknya cukup untuk membuat Minme tertarik melanjutkan episode berikutnya.

Seperti yang Minme jelaskan di awal, drama ini menyuguhkan tentang hukum dan juga misteri pembunuhan berantai yang melibatkan orang-orang penting. Entah apa motifnya, tapi semuanya memiliki kesamaan yaitu metode pembunuhan, alat dan juga ciri khas lainnya yaitu simpul yang dibuat untuk mengikat korban.

Sejak awal, Minme berusaha menebak-nebak siapa pembunuhnya. Berbagai kecurigaan juga Minme layangkan ke beberapa tokoh yang kemungkinan merupakan tersangka karena beberapa alasan. Drama misteri semacam ini memang dibuat agar penonton ikut berpikir mengenai siapa pelakunya, dan selama hampir 12 episode dibuat curiga kepada beberapa orang yang mungkin saja hanya dibuat untuk mengalihkan perhatian kita dari pelaku utama.

Karakterisasi


Akting dari para pemain terbilang cukup memuaskan. Mbak Ryeo-Won tampil keren dengan karakter dingin –kadang konyol—di luar tapi punya sisi hangat di dalam, ada beberapa adegan di mana tokoh Chak-Hee yang pada awalnya enggan untuk terlibat dalam sebuah kasus, tapi pada akhirnya malah melibatkan diri dan tenggelam berusaha menyelesaikan kasus itu dengan baik. Perkembangan karakternya di sini juga cukup ketara. Perlahan, jadi nggak tiba-tiba baik. Ini yang membuatnya tampak natural.

Selain Ryeo-Won, ada juga Lee Kyu-Hyung yang berperan sebagai Jwa Si-Baek. Mas-mas yang cukup banyak terlibat dalam beberapa drama ini, tampil keren sebagai male lead yang terbilang punya karakter kompleks. Terkadang lucu, kadang mencurigakan, dan kadang gentle. Meskipun bisa dibilang nggak konsisten, tapi itu yang menjadikan karakter Jwa Si-Baek unik. Dia memiliki aura misterius, sisi humoris yang aneh, dan juga sisi gentle yang kayaknya bikin mbak Chak-Hee baper. Perkembangan karakternya lumayan, meskipun nggak terlalu ketara.

Hubungan antara kedua karakter yang punya watak berseberangan ini ternyata asik buat ditelisik. Pertemuan awal yang nggak akur dan aneh, sampai akhirnya secara nggak terduga Chak-Hee dikirim ke kantor Si-Baek dan dari situlah awal kedekatan mereka.

Jangan harap ada romance menye-menye di sini. Meski begitu ada romance tipis-tipis, kok ... yang ternyata malah bikin betah dan penasaran kira-kira bakal berlayar atau enggak nih kapal. Lebih dari itu, hubungan kedua tokoh ini berfokus pada bagaimana menguak misteri tentang apa yang telah terkubur di masa lalu.

Penutup

May It Please The Court punya daya tarik tersendiri sebagai drama dengan tema hukum yang berbalut misteri. Jalan cerita yang menarik, kualitas akting yang bagus dengan berbagai kasus yang mengiringinya membuat drama ini worth it buat ditonton.

 

Rating 7,5/10



Komentar

Postingan populer dari blog ini

[REVIEW NOVEL] Second Sister (Putri Kedua)

[REVIEW BUKU] Kesetiaan Mr. X

[REVIEW DRAKOR] Jirisan : Pesona Mistis Gunung Jiri